Mendaki Gunung Menelan Korban ?

Pendakian gunung sering kita mendengar kabar dan membaca berita bahwa jatuh korban dan meninggal di era gunung dan di tengah rimba. Hal yang tak harus terjadi dan sebenarnya bisa di antisipasi dengan cermat agar hal tersebut menjauh dari kegiatan kita. Hal pertama dari kematian di gunung adalah karena tersesat dalam mengambil jalur atau jalan pendakian. Bisa saat naik ataupun turun. Sebenarnya bagi pendaki yang tak hanya sekedar berpesta menyalurkan hasrat mendaki, tersesat di gunung adalah hal yang lumrah dan tak perlu ditakutkan, karena mereka telah terlatih dan harus bisa menguasai alam. Dengan tersesat kita harus pintar mencari jalur alternatif dan tak putus asa. Dengan begitu kita juga menambah pengalaman. Tetapi janganlah sampai mati di gunung ya..rasanya jadi konyol sebenarnya sebelum kita menerapkan keahlian kita. Jadi intinya jika hilang dari jalur ya kita berusaha dan berniat untuk lolos dan berniat untuk hidup.

Kebanyakan yang meninggal saat pendakian di gunung selalu berada dalam posisi istirahat. Karena dalam posisi lelah, lalu tidur dalam suasana yang tak terlindung dengan baik dan cuaca juga lebih rendah sehingga dingin. Nah akhirnya cuacalah yang mempengaruhi suhu tubuh dan suhu tubuh menurun drastis..tis..serta hilang kesadaran kemudian meninggal! Jaga ya.. Kemudian sikap sombong, takabur dan meremehkan alam, merasa diri kuat dan gagah. Biasanya karena sudah sering mendaki gunung tersebut lalu muncul rasa itu. Misalnya ni…Pembalap motor se hebat apapun tetap memakai alat pengaman diri, begitu pula pendaki yang sering naik turun gunung. Jangan mati konyol, alasan lelah dan tersasar kehabisan bekal. Dan kebanyakan orang kita, sering bilangjika cedera, ” Ah hanya cedera, untung tak mati..” Nah itulah sikap meremehkan.

Kebanyakan, kecelakaan gunung itu disebabkan oleh kurangnya sikap antisipasi pendaki. Sebagai kaum muda, kita sulit membedakan antara antusiasme dan keselamatan. Kedua faktor ini memiliki garis tipis sekali. Antusias berarti keinginan melakukan kegiatan di alam bebas, tanpa memperhatikan lagi faktor keselamatan. Sedangkan, keselamatan jiwa yang seharusnya diperjuangkan dalam kegiatan pendakian justru dianggap remeh. Intinya, jangan sombong dan menganggap ringan perjalanan apapun terutama pendakian gunung menuju alam bebas. Agar gunung tak menelan korban. Cintai alam sepenuh hati agar bumi bernafas kembali. (Belantara Indonesia)

1 Response so far »

  1. 1

    Pendaki said,

    nice post…. mendaki adalah hal yang mengasikan, tapi juga mengandung unsur yang berbahaya. perlu pengetahuan yang luas untuk mencapai sebuah impian dalam pendakian dan pulang dengan selamat.. salam rimba…


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: