KAIZEN . . . Spirit for change . . . !!!

KAIZEN adalah kegiatan sehari-hari yang sederhana bertujuan untuk melampaui peningkatan produktifitas. Juga merupakan sebuah proses apabila dilakukan dengan benar akan “memanusiawikan” tempat kerja, mengurangi beban kerja yang berlebihan (“MURI”), dan mengajarkan orang untuk melakukan percobaan dalam pekerjaannya dengan menggunakan metode-metode ilmiah dan bagaimana belajar mengenali serta mengurangi pemborosan (“MUDA”) dalam proses kerjanya.
Setiap Karyawan di semua level di dalam organisasinya dapat berpartisipasi dalam KAIZEN, mulai dari pucuk pimpinan hingga ke level bawah, begitu pula hal yang sama apabila ada kesesuaian diterapkan bersama pihak ketiga. Format KAIZEN dapat berupa perseorangan, sistim saran, kelompok kecil, atau kelompok besar.

Karakter kanji asli dari kata ini adalah: 改善.
Dalam bahasa Jepang dilafalkan menjadi “KAIZEN” (Dibaca Kayzëng), yang artinya “KAI” (改) = “perubahan” atau “kegiatan untuk memperbaiki” dan “ZEN” (善) = “baik”.
Dalam bahasa Mandarin dilafalkan “Gai Shan” artinya “perubahan ke arah yang lebih baik” atau “memajukan”. “Gai” (改) = “perubahan” atau “kegiatan memperbaiki” dan “Shan” (善) = “baik” atau “keuntungan” kata ini lebih berhubungan dengan ajaran Tao atau filosofi Budha, dimana definisinya adalah tindakan yang ‘bermanfaat’ bagi masyarakat atas kepentingan pribadi. Makna yang sebenarnya dari ‘bermanfaat’ ini harus dapat bertahan sepanjang masa, dengan kata lain ‘Shan’ (善) = tindakan yang sangat bermanfaat bagi pihak lain.

Kaizen diterapkan sebagai sebuah nyawa dari penerapan 5R (Ringkas Resik Rapi Rawat Rajin) di setiap industri yang menginginkan perubahan lebih baik. Bukan hanya pada industri-industri jepang tetapi seluruh industri di dunia dengan bahasa yang berbeda.

Leave a comment »

Workshop 5R untuk Stempert yang lebih Baik . . . . .

Dalam rangka meningkatkan kinerja personal dalam hal lingkungan serta meningkatkan implementasi ISO 14001:2004, maka manajemen SMKN 2 Subang bekerjasama dengan PT East West Seed Indonesia untuk mengadakan workshop implementasi 5R yang mengambil tempat di Ruang Serbaguna SMKN 2 Subang. Pelaksanaan diikuti oleh 50 orang yang merupakan perwakilan dari setiap unit kerja pada tanggal 9 Januari 2012.

5 R merupakan suatu budaya kerja yang dikembangkan oleh jepang yaitu; Seiri, Seton, Seiso, Sheiketsu, Shitsuke (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Trik-triks Mengurangi Global Warming

  1. Kurangi konsumsi daging, bervegetarian adalah yang terbaik! Berdasarkan penelitian, untuk menghasilkan 1 kg daging, sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum. Bayangkan bagaimana kita bisa menyelamatkan bumi dari kekurangan pangan jika kita bervegetarian. Peternakan juga penyumbang 18% “jejak karbon” dunia, yang mana lebih besar dari sektor transportasi (mobil, motor, pesawat, dll). Belum ditambah lagi dengan bahaya gas-gas rumah kaca tambahan yang dihasilkan oleh aktiitas peternakan lainnya seperti metana yang notabene 3 kali lebih berbahaya dari CO2 dan gas NO yang 300 kali lebih berbahaya dari CO2. Dan yang pasti banyak manfaat kesehatan dan spiritual dari bervegetarian. Anda akan menjadi lebih sehat dan pengasih.
  2. Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar. Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan menurunkan energi yang terbuang akibat proses dan transportasi yang berulang-ulang. Makanan segar juga lebih sehat bagi tubuh kita.
  3. Beli produk lokal, hasil pertanian lokal sangat murah dan juga sangat menghemat energi, terutama jika kita menghitung energi dan biaya transportasinya. Makanan organik lebih ramah lingkungan, tetapi periksa juga asalnya. Jika diimpor dari daerah lain, kemungkinan emisi karbon yang dihasilkan akan lebih besar daripada manfaatnya.
  4. Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa menggunakannya berulang-ulang. Energi untuk membuat satu kaleng alumunium setara dengan energi untuk menyalakan TV selama 3 jam.
  5. Beli dalam kemasan besar. Akan jauh lebih murah, juga menghemat sumber daya untuk kemasan. Jika terlalu banyak, ajaklah teman atau saudara Anda untuk berbagi saat membelinya.
  6. Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya. Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang.
  7. Hindari fast food. Fast food merupakan penghasil sampah terbesar di dunia. Selain itu konsumsi fast food juga buruk untuk kesehatan Anda.
  8. Bawa tas yang bisa dipakai ulang. Bawalah sendiri tas belanja Anda, dengan demikian Anda mengurangi jumlah tas plastik/kresek yang diperlukan. Belakangan ini beberapa pusat perbelanjaan besar di Indonesia sudah mulai mengedukasi pelanggannya untuk menggunakan sistem seperti ini. Jadi sambutlah itikad baik mereka untuk menyelamatkan lingkungan.
  9. Gunakan gelas yang bisa dicuci. Jika Anda terbiasa dengan cara modern yang selalu menyajikan minum bagi tamu dengan air atau kopi dalam kemasan. Beralihlah ke cara lama kita. Dengan menggunakan gelas kaca, keramik, atau plastik food grade yang bisa kita cuci dan dipakai ulang.
  10. Berbelanjalah di lingkungan sekitar Anda. Akan sangat menghemat biaya transportasi dan BBM Anda.
  11. Tanam pohon setiap ada kesempatan. Baik di lingkungan ataupun dengan berpartisipasi dalam program penanaman pohon. Bisa dengan menyumbang bibit, dana, dan lain-lain. Tergantung kesempatan dan kemampuan Anda masing-masing.

Copyright © 2008 Cinta Bumi!. All Rights Reserved. Designed by Bharata Kalbuaji in Bogor City.

Leave a comment »

Merger ISO Mutu dengan ISO Lingkungan sebuah implementasi . . . .

Dalam rangka meningkatkan implementasi, keefektifan, serta keefisienan dari ISO Mutu 9001:2008 dan ISO Lingkungan 14001:2004, maka Manajemen SMKN 2 Subang memutuskan untuk melakukan merger antara kedua ISO tersebut.
Pada akhir bulan Maret 2011 dimulailah pembongkaran manual dengan memilih dan memilah klausul-klausul yang dapat digabung serta yang harus dipisah dari kedua ISO tersebut. Sebuah pekerjaan yang cukup lumayan membuat pusing tujuh keliling, karena kita harus memahami ISO Mutu maupun ISO Lingkungan.
Alhamdulliah akhir April 2011 selesailah Manual Mutu & Lingkungan SMKN 2 Subang, yang kemudian ditetapkan tanggal 2 Mei 2011 sebagai tanggal digunakan.

Dari hasil merger maka didapatkan dokumen Mutu & Lingkungan sebagai berikut :

  1. Manual Mutu & Lingkungan SMKN 2 Subang
  2. Prosedur Mutu & Lingkungan sejumlah 9 buah
  3. Instruksi Kerja sejumlah 39

Dokumen merger antara ISO Mutu 9001:2008 dan ISO Lingkungan 14001:2004 merupakan satu-satunya dokumen di Indonesia yang digunakan tingkat Sekolah.

Pada tanggal 9 s/d 10 Juni 2011 kita melakukan audit internal pada seluruh unit kerja di lingkungan SMKN 2 Subang, dan dilanjutkan dengan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tg 15 Juni 2011.

Akhirnya tanggal 27 s/d 28 Juni 2011 kita di Audit oleh badan sertifikasi TUV NORD dan Allhamdullilah kita dapat meraih sertifikat untuk ISO 9001:2008 dan ISO 14001:2004.

Mudah-mudahan Implementasi dari merger kedua ISO tersebut dapat berjalan baik untuk sekarang dan seterusnya dan selalu menerapkan perbaikan yang terus menerus.

 Peserta Pelatihan AUDIT INTERNAL

 Opening Meeting Audit External

Leave a comment »

Go to MO (Medan Operasi) KL 2011

Salam Lestari !

Insya Allah hari Jum’at tanggal 22 April 2011 calon anggota Kader Lingkungan (KL) akan mengikuti satu langkah untuk menjadi seorang Kader Lingkungan yaitu Medan Operasi KL. Adapun pelaksanaannya  medan operasi ini menggunakan area Ciater, Cimuja, Sagalaherang, Cisampih, dan Dangdeur.

Medan Operasi (MO) adalah bagian dari rangkaian DIKLATDAS (Pendidikan dan Latihan Dasar) Pencinta Alam KL SMKN 2 Subang, kegiatan ini merupakan sebuah implementasi dari materi-materi dasar yang telah diberikan saat di kelas, selain itu juga sebagai ajang pembentukan jiwa korsa, fisik, dan mental dari peserta. Sehingga akan terbentuk anggota-angota pencinta alam yang benar-benar memiliki jiwa dan raga yang siap untuk berkegiatan di alam bebas yang keras, dan juga memiliki kepedulian terhadap alam sebagai tempat mereka beraktifitas.

Pada MO ini diikuti oleh sekitar 19 calon laki-laki dan 3 calon perempuan sehingga total 22 calon anggota, semuanya merupakan taruna/i dari SMK Negeri 2 Subang dari berbagai Kompetensi Keahlian.

Untuk struktur panitia DIKLATDAS KL 2011 :

Pelindung                                                           : Kepala Sekolah

Penanggung Jawab                                         : Wakil Manajemen Lingkungan

Pendamping/Koordinator                          : Agus Hardiana, S.T

Pelatih                                                                 : – Denny RN, STP.,M.Si

– Agus Hardiana, S.T

– Aas Laksmana

Komandan Latihan (DANLAT)                      : Rachmad Harjuna (XI NKN)

Sekretaris dan Logistik                                     : Gingin Faturohman (XI RPLRSBI)

Komandan Operasi (DANOP)                         : Aos Abdul Gani (XI RPL)

Komandan Binjas (DANJAS)                          : Dede Lukmana (XI NKN)

Medik                                                                       : Fikri (XI NKN)

Komandan Tata Tertib (DANTATIB)          : Al Imam Ahmad Fadilah (XII RPL)

Penanggung Jawab Survey                            : Maman   (XII RPL)

Mudah-mudahan kegiatan MO KL SMKN 2 Subang dapat berjalan lancar dan dalam lindungan Alloh SWT. (DeAn)

Leave a comment »

Limbah Pemukiman Penyebab Dampak Pencemaran Air

Limbah pemukiman (rumah tangga) yang menjadi salah satu penyebab pencemaran air diakibatkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Dan pada akhirnya pencemaran air ini juga memberikan dampak dan akibat merugikan bagi manusia itu pula.

Pencemaran air merupakan suatu perubahan keadaan tempat penampungan air yang mengakibatkan menurunnya kualitas air sehingga air tidak dapat dipergunakan lagi sesuai peruntukannya. Perubahan ini diakibatkan oleh aktivitas manusia.

Limbah Pemukiman. Salah satu penyebab pencemaran air adalah aktivitas manusia yang kemudian menciptakan limbah (sampah) pemukiman atau limbah rumah tangga.

Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik seperti kertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah anorganik ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable).

Selain sampah organik dan anorganik, deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Padahal saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen.

Dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah pemukiman mendatangkan akibat atau dampak diantaranya:

Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan sampah.

Sampah anorganik ke sungai, dapat berakibat menghalangi cahaya matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen.

Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk jangka waktu yang lama di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai organisme air.

Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau yang merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok (Eichhornia crassipes).

Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis.

Tumbuhan air (eceng gondok dan ganggang) yang mati membawa akibat proses pembusukan tumbuhan ini akan menghabiskan persediaan oksigen.

Material pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan pendangkalan.

Selain diakibatkan oleh limbah pemukiman (rumah tangga) sumber atau penyebab pencemaran air juga disebabkan oleh limbah pertanian, limbah industri, dan di beberapa tempat tertentu diakibatkan oleh limbah pertambangan.

Menangani Limbah Pemukiman. Perlu kesadaran dari semua lapisan masyarakat untuk berlaku bijak dengan limbah rumah tangga yang dihasilkannya.

Pengelolaan sampah, perubahan gaya hidup dan pola pikir tentang sampah, melakukan 3R (Reuse Reduce dan Recycle), serta tidak membuang sampah terutama di sungai dan tempat penampungan air semisal sungai dan danau perlu dilakukan oleh semua pihak untuk mengurangi dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah rumah tangga (pemukiman).

@Alamendah

Comments (4) »

Kata Pakar: Bumi, pada 2050, Makin Sulit Dikenali

WASHINGTON – Populasi yang terus bertumbuh terus bersaing berebut sumber-sumber daya yang makin langka saja. Melihat kecenderungan itu, peneliti di sebuah konferensi sains di AS, pekan lalu, meramalkan pada 2050 nanti, dunia sudah ‘tak bisa dikenali’.

PBB sudah memprediksi populasi dunia tahun ini akan mencapai angka 7 milyar penduduk, dan menuju 2050, angka itu meningkat ke 9 milyar. “Hampir semua pertumbuhan penduduk terjadi di negara-negara miskin, sebagian di Afrika dan di Asia Selatan,” kata John Bongaarts, wakil lembaga nirlaba Population Council.

Untuk memberi makan milyaran mulut itu, tentunya bumi harus diperah lebih keras. “Dalam 40 tahun mendatang, kita harus memproduksi jumlah makanan yang sama dengan yang kita konsumsi selama 8000 tahun ke belakang,” kata Jason Clay dari World Wildlife Fund (WWF) di konferensi tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) itu.

Bila tren sekarang ini berlanjut, “Pada 2050 nanti, sisa planet ini tak lagi kita bisa kenali,” kata Clay. Pembengkakan populasi menimbulkan berbagai masalah, seperti penipisan sumber daya. Di sisi lain, pendapatan diperkirakan meningkat selama 40 tahun ke depan.

Secara global, pendapatan akan meningkat tiga kali lipat. Di negara-negara berkembang bahkan berlipat lima. Seiring naiknya pemasukan, orang cenderung akan naik pula di susunan rantai makanan. Mereka, kata para ahli, mengonsumsi lebih banyak daging dibanding masa-masa ketika mereka berpenghasilan lebih sedikit. “Makin banyak orang, makin banyak uang, makin banyak konsumsi, tapi planetnya masih sama,” kata Jason Clay.

Clay meminta para ilmuwan dan pemerintah mulai membuat perubahan dalam bagaimana makanan diproduksi. Para ahli populasi juga meminta lebih banyak pendanaan untuk program keluarga berencana, agar pertumbuhan manusia, utamanya di negara-negara berkembang, bisa lebih dikendalikan. (Yahoo News)

Leave a comment »