Arsip untuk Uncategorized

Damai Bersamanya (Sebuah Perenungan) . . . .

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuhan-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak Beriman.” (QS. 26 : 7-8)

Puncak hikmah yang bisa diambil dari perjalanan (pendakian gunung) tentu saja adalah merasakan keagungan Sang Pencipta, Allah SWT. Kita akan melihat bagaimana bumi (alam raya) terbentang luas, dengan segala keunikan isinya. Alam yang indah. Yang Menciptakan tentu saja jauh lebih indah. Subhanallah… Semakin tinggi kita naik, justru kita akan merasa semakin kecil. Kecil sekali dan sehingga sampai akhirnya merasakan ketidakberdayaan dan tidak apa-apanya dibandingkan luasnya alam semesta ini.

Dan kalau diingat-ingat, sebenarnya hidup kita ini seperti naik gunung ini. Sebuah perjalanan yang panjang. Dimana puncaknya adalah apa yang kita cita-citakan dalam kehidupan kita dan rumah tempat kita pulang adalah kampung akhirat. Bagaimana bisa menjalani kehidupan ini dengan baik, dan kembali ke rumah dengan baik pula. Bersama-sama rekan perjalanan yang sangat panjang ini tentunya…

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Katakanlah:
“Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. 30 : 41-42)

Komentar bertahan »

Petuah Seorang Ayah Indian . . . . .

Anakku…

Kau tahu, tak seaorangpun yang akan menolongmu di dunia ini.

Kau HARUS berbuat sesuatu

Jelajahilah puncak-puncak gunung dan kembalilah. Itu akan membuatmu perkasa

Anakku..!

Kau tahu, tak seorangpun yang dapat kau sebut sahabat sejati di dunia ini.

Hampir tidak juga saudara perempuanmu, Ayahmu ataupun Ibumu

Kakimu adalah sahabatmu

Pikiranmu adalah sahabatmu

Pandanganmu adalah sahabatmu

Rambutmu adalah sahabatmu

Tanganmu adalah sahabatmu

Kau harus berbuat sesuatu dengan semua yang kau miliki itu.

Suatu hari… kau kan berada diantara rakyat yang sengsara…

Kau Telah memiliki SESUATU !

Komentar (1) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.