Arsip untuk April, 2011

Go to MO (Medan Operasi) KL 2011

Salam Lestari !

Insya Allah hari Jum’at tanggal 22 April 2011 calon anggota Kader Lingkungan (KL) akan mengikuti satu langkah untuk menjadi seorang Kader Lingkungan yaitu Medan Operasi KL. Adapun pelaksanaannya  medan operasi ini menggunakan area Ciater, Cimuja, Sagalaherang, Cisampih, dan Dangdeur.

Medan Operasi (MO) adalah bagian dari rangkaian DIKLATDAS (Pendidikan dan Latihan Dasar) Pencinta Alam KL SMKN 2 Subang, kegiatan ini merupakan sebuah implementasi dari materi-materi dasar yang telah diberikan saat di kelas, selain itu juga sebagai ajang pembentukan jiwa korsa, fisik, dan mental dari peserta. Sehingga akan terbentuk anggota-angota pencinta alam yang benar-benar memiliki jiwa dan raga yang siap untuk berkegiatan di alam bebas yang keras, dan juga memiliki kepedulian terhadap alam sebagai tempat mereka beraktifitas.

Pada MO ini diikuti oleh sekitar 19 calon laki-laki dan 3 calon perempuan sehingga total 22 calon anggota, semuanya merupakan taruna/i dari SMK Negeri 2 Subang dari berbagai Kompetensi Keahlian.

Untuk struktur panitia DIKLATDAS KL 2011 :

Pelindung                                                           : Kepala Sekolah

Penanggung Jawab                                         : Wakil Manajemen Lingkungan

Pendamping/Koordinator                          : Agus Hardiana, S.T

Pelatih                                                                 : – Denny RN, STP.,M.Si

- Agus Hardiana, S.T

- Aas Laksmana

Komandan Latihan (DANLAT)                      : Rachmad Harjuna (XI NKN)

Sekretaris dan Logistik                                     : Gingin Faturohman (XI RPLRSBI)

Komandan Operasi (DANOP)                         : Aos Abdul Gani (XI RPL)

Komandan Binjas (DANJAS)                          : Dede Lukmana (XI NKN)

Medik                                                                       : Fikri (XI NKN)

Komandan Tata Tertib (DANTATIB)          : Al Imam Ahmad Fadilah (XII RPL)

Penanggung Jawab Survey                            : Maman   (XII RPL)

Mudah-mudahan kegiatan MO KL SMKN 2 Subang dapat berjalan lancar dan dalam lindungan Alloh SWT. (DeAn)

Komentar bertahan »

Limbah Pemukiman Penyebab Dampak Pencemaran Air

Limbah pemukiman (rumah tangga) yang menjadi salah satu penyebab pencemaran air diakibatkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Dan pada akhirnya pencemaran air ini juga memberikan dampak dan akibat merugikan bagi manusia itu pula.

Pencemaran air merupakan suatu perubahan keadaan tempat penampungan air yang mengakibatkan menurunnya kualitas air sehingga air tidak dapat dipergunakan lagi sesuai peruntukannya. Perubahan ini diakibatkan oleh aktivitas manusia.

Limbah Pemukiman. Salah satu penyebab pencemaran air adalah aktivitas manusia yang kemudian menciptakan limbah (sampah) pemukiman atau limbah rumah tangga.

Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik seperti kertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah anorganik ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable).

Selain sampah organik dan anorganik, deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Padahal saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen.

Dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah pemukiman mendatangkan akibat atau dampak diantaranya:

Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan sampah.

Sampah anorganik ke sungai, dapat berakibat menghalangi cahaya matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen.

Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk jangka waktu yang lama di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai organisme air.

Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau yang merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok (Eichhornia crassipes).

Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis.

Tumbuhan air (eceng gondok dan ganggang) yang mati membawa akibat proses pembusukan tumbuhan ini akan menghabiskan persediaan oksigen.

Material pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan pendangkalan.

Selain diakibatkan oleh limbah pemukiman (rumah tangga) sumber atau penyebab pencemaran air juga disebabkan oleh limbah pertanian, limbah industri, dan di beberapa tempat tertentu diakibatkan oleh limbah pertambangan.

Menangani Limbah Pemukiman. Perlu kesadaran dari semua lapisan masyarakat untuk berlaku bijak dengan limbah rumah tangga yang dihasilkannya.

Pengelolaan sampah, perubahan gaya hidup dan pola pikir tentang sampah, melakukan 3R (Reuse Reduce dan Recycle), serta tidak membuang sampah terutama di sungai dan tempat penampungan air semisal sungai dan danau perlu dilakukan oleh semua pihak untuk mengurangi dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah rumah tangga (pemukiman).

@Alamendah

Komentar (4) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.